Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 November 2018

Sulit Menemukan Minat Belajar? Ini 6 Cara Mengetahuinya !

 Sulit Menemukan Minat Belajar?
                  
Sulit Menemukan Minat Belajar?  - Minat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi usaha yang dilakukan seseorang. Minat yang kuat akan menimbulkan usaha yang gigih serius dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan. Jika hal ini dimiliki oleh seorang siswa, ia akan cepat memahami dan mengingat pelajaran. Minat belajar mungkin akan hilang jika Anda merasa terbebani oleh banyaknya pekerjaan rumah, tidak menyukai mata pelajaran tertentu, atau pelajaran di kelas terasa membosankan. Berikut tips yang bisa Anda coba:


1. Tentukan mata pelajaran yang Anda sukai

Agar lebih menyenangi pembelajaran mulailah dengan menentukan mata pelajaran yang paling Anda sukai. Menemukan subjek yang menimbulkan ketertarikan akan meningkatkan keberhasilan belajar.

2. Mengubah pandangan tentang subjek yang kurang Anda sukai

Anda tetap bisa menyenangi pelajaran yang kurang menarik dengan mengubah cara pandang. Salah satunya dengan memahami manfaat dan mengapa Anda perlu mempelajarinya.

3. Temukan hubungan antara belajar dengan keseharian Anda

Dalam beberapa kesempatan Anda mungkin saja kehilangan minat belajar ketika menyadari sepertinya subjek tertentu tidak dibutuhkan atau tidak ada hubungannya dengan kehidupan luar sekolah. Misalnya memahami pengetahuan kimia dasar membuat Anda lebih mahir memasak. Atau matematika yang terkait dengan keseharian Anda, contohnya menentukan banyak cat yang dibutuhkan untuk mengecat dinding rumah.

4. Jangan bersaing secara berlebihan

Persaingan sehat akan terasa sangat menyenangkan dan meningkatkan minat belajar. Sebaliknya, persaingan yang berlebihan hanya menimbulkan kekhwatiran sehingga Anda kesulitan belajar. Berfokuslah memperbaiki diri dan mencapai tujuan yang sudah Anda tentukan. Contohnya jika ingin mendapatkan nilai ujian tertentu, belajarlah sebaik mungkin dan jangan khawatir siapa yang akan meraih nilai lebih tinggi.

5. Mempersiapkan pertanyaan sebelum kelas dimulai

Mempelajari materi sebelum pembahasan dan menanyakan materi yang tidak dimengerti membantu Anda untuk mengajukan jawaban atas persoalan di akhir kelas

6. Menceritakan kejadian-kejadian di sekolah kepada orang tua atau orang-orang terdekat

Anda akan lebih suka belajar jika mendapatkan dukungan dari orang-orang yang peduli kepada Anda dan mengharapkan keberhasilan Anda di sekolah. Menceritakan pelajaran dan kegiatan di sekolah membuat Anda selalu berpikir positif.


Hal tadi diharapkan dapat memicu semangat dan minat belajar siswa dalam belajar serta mengejar mimpi dan cita-cita. Kalian adalah generasi emas, jadilah penerus berkualitas. Selamat mencoba 

Upaya Meningkatkan Kualitas Pendidikan

upaya meningkatkan kualitas pendiidkan


“Suatu saat nanti aku ingin menjadi seorang guru yang mampu menginspirasi murid-muridku“ jawab seorang anak muda ketika ditanya oleh gurunya hendak jadi apa ketika ia besar nanti. Jawaban tersebut sungguh merupakan jawaban yang sangat mulia dan seharusnya dimiliki oleh setiap tenaga pendidik di Negara manapun termasuk Indonesia. Sebab dengan begitu, setiap tenaga pendidik akan menjalankan perannya dengan kesungguhan bukan karena keterpaksaan tuntutan pekerjaan. 

Pentingnya hal tersebut dimiliki juga akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan, yang mana kualitas pendidikan inilah yang menjadi faktor utama dalam mewujudkan pembangunan bangsa. Melalui pendidikan, Negara mampu melahirkan generasi pemimpin yang berkarakter, berintelektual, dan mampu membawa Negara mewujudkan tujuannya.

Pada pasal 1 ayat 6 UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasioal (SPN) menjelaskan bahwa Pendidik merupakan tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar widyaiswara, tutor, instrukur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususan serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Dari pengertian tersebut menunjukkan bahwa pendidik bukanlah pekerjaan sembaran, dibutuhkan kualifikasi dan orang-orang yang berkualitas untuk menjalankan peran sebagai seorang pendidik.

Saat ini jika kita melihat kualitas pendidik, terutama guru di Indonesia, maka kita belum bisa duduk tenang melihatnya, terutama jika melihat guru di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sungguh membuat kita haru. Dan ini tidak hanya berbicara kualitas saja, namun kuantitas juga, dimana ketersediaan guru ternyata juga masih sangat minim di Indonesia terutama di daerah 3T. 

Kami berharap pemerintah mampu menjadi reaktor aktif untuk mempersiapkan dan meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidik di Indonesia, hal ini sepertinya sudah terlihat dengan program pengembangan pendidik yang telah dilakukan seperti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Menurut UU No. 20 tentang SPN pendidikan profesi adalah pendidikan tinggi setelah program sarjan yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus. Dengan demikikin PPG ini merupakan pendidikan tinggi dalam rangka mempersiapkan calon guru agar memiliki keahlian sebagai guru yang professional.

Tujuan umum PPG adalah menghasilkan calon guru yang memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Dari upaya tersebut sebenarnya pemerintah sudah memiliki itikad baik untuk terus meningkatkan kualitas pendidik di Indonesia.

Tidak hanya itu, untuk meningkatkan kualitas sebagai seorang pendidik juga dapat dimulai dari pribadi sendiri, langkah pertama bisa dimulai dengan memahami karkter yang harus dimiliki oleh setiap pendidik sesuai dengan standar kompetensi pendidik yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional. Langkah selanjutnya bisa dengan membaca buku dan mengikuti berbagai pelatihan yang mampu meningkatkan keahlian sebagai seorang pendidik. Dan yang tak kalah pentingnya lagi adalah Seorang pendidik juga harus bisa meningkatkan kemampuannya dalam menguasai teknologi sebab kemampuan ini  sangat dibutuhkan pada era revolusi Industri 4.0 saat ini. 

Sudah seharusnya semangat perubahan ini menjadi semangat bersama bagi semua pendidik di Indonesia. Kedepan kita berharap tidak adalagi kasus-kasus yang berkaitan dengan tenaga pendidik, sebab itu hanya menjadi negative campaign pendidikan Indonesia kepada seluruh negara di dunia. Melalui langkah ini kita berharap pendidikan Indonesia mampu membentuk kreativitas, kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, serta kemampuan pemecahan masalah bagi generasi pemimpin bangsa kelak.



Ditulis oleh : Muhammad Iqbal, Guru SMP IT Al Kahfi

Senin, 12 November 2018

7 Tips dan Trik Ampuh Hadapi Ujian Agar Ujiannya Lancar


7 Tips dan Trik Ampuh Hadapi Ujian  Agar Ujiannya Lancar


7 Tips dan Trik Ampuh Hadapi Ujian  Agar Ujiannya Lancar - Ujian seringkali menjadi momok yang paling menakutkan bagi para siswa di sekolah ataupun mahasiswa di perguruan tinggi. Kenapa sih kita takut ujian padahalkan ujian itu bukan sesuatu yang di takutkan. Wajar sih ujian itu yang akan menentukan nasib kita akan di bawa kemana. Untuk SD, SMP, SMA saya akan memberikan 7 tips dan trik ampuh menghadapi ujian nasional, sekolah/ semester. Tips dan trik ini bisa juga dipakai oleh kaula muda yang masih sering lupa sama pelajaran atau yang masih sering menggunakan sistem kebut semalam. Oke langsung saja tips dan trik menghadapi ujian.

1. Berdoa dan meminta doa kepada kedua orang tua atau kerabat dekat

Doa merupakan sumber kekuatan utama agar di beri kemudahan dan kelancaran pada saat kita akan melaksanakan sebuah ujian. Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan dengan berdoa yaitu, doa itu mampu menenangkan diri kita yang sedang cemas tak karuan, mampu meningkatkan kecerdasan, dan mampu membantu kita menghadapi sulitnya ujian hidup. Selain itu sebelum di mulainya ujian kita harus meminta doa terlebih dahulu kepada kedua orang tua kita. Ada pepatah mengatakan doa paling mujarab adalah doa orang tua, dan ridho Allah itu tergantung dari ridho orang tua. Maka dari itu doa dari orang tua sangatlah penting demi di berikannya kelancaran pada kita saat akan melakukan ujian. Doa dan dukungan kerabat pun akan menjadikan kita lebih semangat dalam menghadapi ujian.

2. Pahami materi

Terkadang kita itu selalu mendengarkan apa yang guru atau dosen ucapkan tapi pada saat guru atau dosen tersebut keluar ruangan atau meninggalkan kelas apa yang tadi di ucapkan oleh guru itu hilang entah kemana ibarat kata masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Maka dari itu kita harus bisa menyalin apa yang guru atau dosen ucapkan sebagai salah satu metode pembelajaran. Dengan kita menyalin apa yang telah guru sampaikan di depan kelas daya serap otak kita akan semakin tajam dan kemampuan otak kita dalam hal mengingat akan semakin berkembang, ini artinya kita akan semakin mudah menghafal dan akan kembali membuka catatan ketika kita lupa.

3. Siapkan catatan kecil

Setelah menyalin apa yang di ucapkan kita harus bisa membuat point-point penting atau kata kunci dalam sebuah catatan kecil sebagai metode pembelajaran yang kedua. Agar terkesan menarik dan tidak bosan saat belajar atau membacanya kita bisa menggunakan bolpoin warna atau menghiasnya sesuai selera. Dengan begitu semangat belajar kita akan semakin meningkat dan hal ini akan membantu kita untuk lebih mudah mengingat sesuatu.

4. Latihan soal-soal

Setelah kita bisa memahami suatu materi kita harus mengujinya dengan mengisi latihan atau soal-soal yang biasanya di berikan oleh guru ataupun yang kita dapatkan baik dari buku atau internet. Boleh juga dengan meminta bantuan teman atau keluarga untuk mengadakan kuis tanya jawab agar lebih mudah dalam hal mengingat materi-materi yang telah di pelajari.

5 Belajar di tempat yang nyaman

Jika biasanya kita belajar di dalam sebuah ruangan, cobalah untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan disekitar kita, misalnya taman atau sebuah cafe tempat nongkrong sebagai objek tempat belajar. Dengan begitu belajar akan semakin rileks dan tidak jenuh, taman yang banyak pepohonan akan membuat kita lebih relaks dan juga cafe Dengan suasana yang nyaman akan membuat kita betah belajar berlama-lama di sana.

6 . Menjaga pola makan dan istirahat yang cukup

Seringkali kita mengabaikan 2 hal ini terkadang karena terlalu asyik belajar kita sampai lupa waktu makan ataupun mengabaikan waktu istirahat yang terbilang cukup penting. Tubuh itu perlu asupan energi yang cukup agar otak kita bisa bekerja dengan baik, dan tubuh juga perlu waktu istirahat agar fisik kita fresh pada saat ujian dan tidak mudah cepat lelah. Hindari makan makanan yang bisa menyebabkan sakit perut atau yang bisa menghambat konsentrasi kita pada saat ujian. Istirahat lah yang cukup pada saat akan menjelang ujian dan jangan biarkan otak kita terus belajar pada saat ujian itu akan berlangsung. Biasakan tidur jam 8-9 malam lalu bangun jam 3 pagi agar otak kita bisa fresh. Kita bisa memanfaatkan waktu belajar jam 3 pagi karena otak kita akan mencerna dengan baik pada saat jam 3 pagi kesana.

7. Percaya diri dan jangan terlalu stres

Kadangkala kita selalu tidak percaya diri, banyak sekali kemungkinan- kemungkinan yang sebenarnya gak akan terjadi tapi otak kita malah memikirkan hal yang tidak-tidak. Maka dari itu kita haruslah percaya diri, percaya akan kemampuan diri sendiri dan tidak merendahkan  diri sendiri. Jika hal itu terus terjadi maka stres pun tidak akan pernah terjadi. Hilangkan pikiran pikiran negatif itu dari otak kita dan tanamkan lah pikiran positif. Toh kita sudah berusaha semaksimal mungkin jadi tak perlu risau akan nanti hadapi saja sekarang, jangan sampai hal itu membuat kita stres hingga akhirnya tak bisa mengerjakan soal pada saat ujian.

Itulah tips dan trik ampuh pada saat akan menghadapi ujian, semoga bermanfaat dan selamat mencoba. 

Kegiatan Mahasiswa Harus Didukung Dalam Hal Positif

Kegiatan Mahasiswa Harus Didukung Dalam Hal Positif


Kegiatan Mahasiswa Harus Didukung Dalam Hal Positif - Pendidikan dalam kampus tak seperti indahnya dalam media massa. Ketika atasan memerintah agar bisa berprestasi, lulus cepat dan IPK yang cumlaude sangat diidealkan oleh pemimpin kepada bawahan. Nyatanya, dana usaha yang dibuat oleh mahasiswa tidak boleh dijualkan. Semuanya diusir dan disingkirkan di dunia kampus. Entah apa yang di fikirannya.

Jika hanya boleh kafe yang berjualan mengapa tidak mahasiswa dibolehkan pula? bukankah ini diskrimanasi. terlalu banyak uang yang harus dikelauarkan sedangkan dalam kegiatan saja cuman dikasih sedikit. Giliran sekarang, mahasiswa ingin mandiri membuat usaha sendiri diusir dari peradaban. Heran dunia ini. Persuratan dalam kegiatan saja seringkali dipersulit dan uang untuk kegiatannya selalu ada di akhir.

Logikanya kalau membuat kegiatan walaupun dibiayai oleh atasan sekalipun akan cepat habisnya. kebanyakan mereka berwirausaha pada ujungnya. Seringkali juga dalam kegiatan yang bukan islami cepat dan tanggap oleh atasannya. Dalam hal positif seperti kegiatan islami selalu saja dipermasalahkan. Heran ada apakah gerangan di balik semua ini? Siapa yang merasa tereliminasi dan didiskrimanasi sekarang ini?

Barang siapa yang memudahkan urusan orang lain akan dimudahkan pula urusannya. Namun, mereka tidak berpacu seperti apa yang ditulis diatas. Semakin lama semakin dipersulit semakin pula mental mahasiswa teruji.

Terkait kerjasama dalam dunia pendidikan seringkali tidak kompak. salah satunya ialah saling mengandalkan satu sama lain. kenapa tidak bersamaan? kenapa selalu ada rasa mengeluh dalam perbuatannya? tidak mungkinlah?Darimana semua inilah?sudah capai ah dalam hal ini dan itu?Sombonglah?merasa paling pintar di dunia ini padahal selalu ada yang lebih pintar lagi kalau fikiran tak pernah diubah. beginikah pendidikan?

Rabu, 07 November 2018

Tips-Tips Menjadi Generasi Millenial Harapan Bangsa


Tips-Tips Menjadi Generasi Millenial Harapan Bangsa


Tips-Tips Menjadi Generasi Millenial Harapan Bangsa- Hai sahabat shalaazz, semoga selalu dalam keadaan sehat ya. Kali ini saya akan bahas tentang generasi millennial. Sudah tidak asing dengan sebutan itu kan ?. Iya, kalian generasi yang lahir tahun 90-an sampai 2000 termasuk dalam generasi ini. 20-30 tahun lagi akan menggantikan posisi pemimpin di negeri ini. Oleh karena itu, perlu aksi nyata dari generasi millennial untuk mewujudkan pemimpin harapan bangsa. Berikut tips-tips atau langkah untuk menjadi generasi millennial harapan bangsa:

1. Haus Ilmu

Setinggi apapun ilmu yang kita pelajari, ingatlah bahwa di atas langit masih ada langit. Begitu juga dengan ilmu, semakin haus akan ilmu pengetahuan teknologi dan ilmu agama maka akan menjadikan kita semakin banyak pengetahuan.

2. Bekerja Keras

Ingatlah bahwa orang-orang sukses di dunia ini tidak diperoleh secara instan, semuanya butuh proses. Ada ilmuwan yang dikeluarkan dari sekolah, bos yang dipecat dari pekerjaan dan profesor yang jarang tidur. Selama punya niat yang baik, segala proses maka mestakung (semesta alam mendukung).

3. Rajin membaca

Membaca tidak harus dari buku saja, bisa menyesuaikan dengan zaman sekarang. Generasi millennial biasanya suka berteman dengan teknologi, misal hp. Jika kalian merasa bosan baca buku, bisa akses berita online agar tidak kudet (kurang update). Dari situlah akan tau permasalahan bangsa dan negara. Lalu, dilanjutkan mencari solusi dengan  berbagai referensi yang informatif dan valid. Jangan mudah percaya berita hoax sebelum ditelusuri kebenarannya. 

4. Rajin menulis


Kalau rajin membaca akan membantu proses menulis lebih mudah karena banyak referensi yang didapat. Biarkan mulut bungkam, asal pena tertulis tajam. Karya yang kita tulis akan menjadi ladang jariyah karena menebar inspirasi penuh manfaat.

5. Rajin mengikuti kegiatan positif

Apapun basic yang kita punya, tapi harus rajin mengikuti kegiatan pisitif. Misal training kepenulisan, leadership, conference. Mengikuti organisasi atau komunitas sosial sebagai bentuk latihan berkontribusi dimulai dari lingkungan sekitar.

6. Kreatif dan Inovatif

Manusia sebagai wujud ciptaan Tuhan yang paling sempurna, diberi akal seharusnya bisa berkreasi dan menghasilkan inovasi. Terutama generasi millennials yang hidup di era teknologi serba modern, lebih mudah untuk berkreasi. Misal menjadi youtuber, vlogger yang kontennya positif. Bahkan menghasilkan inovasi pangan tradisional menjadi modern agar mendapat nilai ekonomis lebih tinggi. 

7. Tidak takut bersaing

Jangan pernah merasa minder dengan asal dan latar belakang. Kita semua sama hidup butuh makan, jadi tidak ada yang bisa hidup mandiri tanpa bantuan orang lain. Apalagi di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) saat ini lebih banyak bersaing dengan warga yang bukan satu negara. Selama kita memiliki percaya diri yang tinggi, maka produk made in Indonesia tidak akan kalah dengan buatan negara lain.

8. Bergaullah dengan semua kalangan

Tua, muda, pelajar, mahasiswa dan lainnya memiliki latar belakang berbeda. Pemikiran akan semakin luas jika pergaulan semakin luas, namun ingat harus memfilter perbuatan buruk yang tidak boleh ditiru.

9. Multidisiplin

Menghadapi era industri 4.0 yang semuanya serba canggih, tidak mungkin hanya mengandalkan satu disiplin ilmu. Kemampuan lain harus dikuasai agar tidak kalah bersaing dalam bidang apapun. 

10. Taat beragama

Jika 9 tips diatas dikerjakan, maka langkah untuk menguatkan diri dengan cara taat beragama. InsyaAllah saat nanti jadi pemimpin akan terhindar dari KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) karena menaati perintah Tuhan.
Semoga bermanfaat. Salam Pemimpin untuk 20-30 tahun mendatang. Kita akan berkolaborasi mewujudkan harapan bangsa Indonesia.